BAHAN AJAR
KIMIA DASAR
Sistim Periodik Unsur
![]() |
OLEH
NAMA : AHMAD DAMANHURI
PRODI : MATEMATIKA
NPM : 11210075
KELAS : 1C
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) HAMZANWADI SELONG
2011/2012
Standar Kompetisi : Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
Kompetisi Dasar : Memahami sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron.
Indikator : Menganalisis tabel, grafik untuk menentukan keteraturan jari-jari atom, energi ionisasi, affinitas elektron dan keelektronegatifan dalam Sistem Periodik Unsur (SPU).
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari Kegiatan Belajar, diharapkan pelajar mampu:
· Memahami keteraturan sifat-sifat unsur dalam Sistem Periodik Unsur (SPU)
· Memahami kecenderungan sifat kereaktifan unsur dalam satu periode dan satu golongan
· Menjelaskan perkembangan dasar pengelompokan unsur-unsur.
· Menganalisis sistem periodik pendek (Mendeleyev) dan menemukan
kelemahannya.
· Menjelaskan arti golongan, nama khusus beberapa golongan dan periode.
· Menghubungkan konfigurasi elektron dengan pengelompokan unsur-unsur
pada sistem periodik unsur.
· Menganalisis tabel atau grafik sifat keperiodikan unsur (jari-jari atom,
afinitas elektron, keelektronegatifan, dan energi ionisasi).
MATERI: SISTEM PERIODIK
1. Pengelompokan Unsur-Unsur dan Perkembangannya
Pengetahuan berbagai sifat fisis dan kimia yang dimiliki oleh unsur dan senyawanya telah banyak dikumpulkan oleh para ahli sejak dahulu. Akan tetapi pengetahuan tadi masih merupakan fakta-fakta yang terpisah-pisah, sehingga untuk mempermudah mempelajari, memahami, serta mengingat maka diperlukan penyusunan berdasarkan kesamaan atau kemiripan sifat-sifatnya.
Tabel Sistem Periodik merupakan suatu cara untuk menyusun dan mengklasifikasi unsur-unsur, dimana unsur-unsur yang mirip sifatnya diletakkan pada kelompok yang sama. Dengan melihat Tabel Sistem Periodik, para kimiawan dalam sekejap dapat menginformasikan unsur- unsur mana yang mempunyai kemiripan sifat.
Pengelompokan unsur-unsur yang paling awal dan sederhana berdasarkan sifat-sifatnya adalah menjadi kelompok logam dan non- logam.
Tabel Sifat Logam dan Non-logam
| Logam | Non-logam |
| mempunyai kilap logam dapat ditempa dapat diulur menjadi kawat mengahantar panas dan listrik Pada umumnya berupa padatan | tidak mengkilap tidak dapat menghantar panas atau listrik pada ummnya berupa gas atau cairan |
Lavoisier dalam bukunya (1789) mencatat 16 unsur logam dan 7 unsur bukan logam saat itu, yaitu:
1. Kelompok logam:
| Emas | Antimon | Kobal | Perak |
| Tembaga Timah | Besi Molibden | Mangan Nikel | Platina Raksa |
Seng Wolfram Timbal Bismut
2. Kelompok bukan logam
Belerang Hidrogen Oksigen Arsen Pospor Nitrogen Karbon
Johann W. Dobereiner (1817) adalah orang pertama yang menemukan adanya hubungan antara sifat unsur dan massa atom relatifnya. Temuan Dobereiner adalah:
Jika tiga unsur yang sama sifatnya disusun secara berurutan menurut bertambahnya massa atom relatifnya, maka:
o Massa atom relatif unsur yang kedua merupakan rata-rata massa atom relatif unsur pertama dan ketiga.
o Sifat lain unsur yang kedua menunjukkan sifat antara yang
pertama dan ketiga.
Meskipun triade Dobereiner ini masih jauh dari sempurna, namun temuan ini mendorong orang untuk menyusun daftar unsur- unsur lebih lanjut sesuai dengan sifat-sifatnya.
John Newlands (1865) menemukan hubungan lain antara sifat unsur dengan massa atom relatif, sesuai dengan hukum yang disebutnya “hukum oktaf”. Ia menyusun unsur-unsur ke dalam kelompok tujuh unsur dan setiap unsur kedelapan mempunyai sifat yang mirip dengan unsur pertama, unsur kesembilan mirip dengan unsur kedua, dan seterusnya.
Tabel Daftar Newlands
| H 1 | Li 2 | Be 3 | B 4 | C 5 | N 6 | O 7 |
| F 8 | Na 9 | Mg 10 | Al 11 | Si 12 | P 13 | S 14 |
| Cl 15 | K 16 | Ca 17 | Cr 18 | Ti 19 | Mn 20 | Fe 21 |
| Co dan Ni 22 | Cu 23 | Zn 24 | Y 25 | In 26 | As 27 | Se 28 |
| Br 29 | Rb 30 | Sr 31 | Ce dan La 32 | Zr 33 | Di dan Mo 34 | Ro dan Ru 35 |
| Pd 36 | Ag 37 | Cd 38 | U 39 | Sn 40 | Sb 41 | I 42 |
| Te 43 | Cs 44 | Ba dan V 45 | Ta 46 | W 47 | Nb 48 | Au 49 |
| Pt dan Ir 50 | Os 51 | Hg 52 | Tl 53 | Pb 54 | Bi 55 | T h 56 |
Simpulan dari Daftar Newlands adalah:
Sifat-sifat unsur merupakan pengulangan secara oktaf
Kelemahannya ialah:
Tidak memperhitungkan letak unsur-unsur yang belum ditemukan
Terdapat banyak pasangan unsur yang terpaksa ditempatkan pada satu posisi daftar.
Begeyer de Chancourtois, adalah orang pertama yang berhasil memperoleh suatu penyusunan unsur secara periodik berdasarkan fakta bahwa jika unsur-unsur disusun menurut penurunan massa atom, diperoleh secara periodik unsur yang sifatnya mirip.
De Chancourtois menggunakan harga massa atom relatif dalam garis lilitan sebuah silinder tegak. Dibaginya permukaan badan silinder menjadi enambelas bagian yang sama dengan garis yang sejajar dengan sumber silinder, berdasarkan massa atom relatif oksigen-16. Kurva dialurkan dari dasar silinder ke atas dengan sudut 45o. Kurva ini disebut “Telluric Screw” dan pada garis vertikal terdapat unsur-unsur yang mirip sifatnya.
2. Sistem Periodik Pendek
Julius Lothar Meyer (1870 dari Jerman) menemukan hubungan yang lebih jelas antara sifat unsur dan massa atom relatif. Ia menemukan keperiodikan sifat unsur-unsur, jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atom relatif. Dalam mempelajari keperiodikan unsur-unsur ia lebih menekankan pada sifat-sifat fisika.
Meyer membuat grafik dengan mengalurkan volume atom unsur terhadap massa atom relatif. Volume atom unsur diperoleh dengan cara membagi massa atom relatif dengan kerapatan unsur. Grafik menunjukkan bahwa unsur-unsur yang sifatnya mirip terletak pada bagian grafik yang mirip bentuknya. Misalnya Na, K, Rb terdapat di puncak grafik, ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara sifat unsur dengan massa atom relatifnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar